Biden: Semua Wajib Kecam Serangan Terhadap Trump

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato menyusul insiden penembakan terhadap mantan Presiden AS Donald Trump, di Pantai Rehoboth, Delaware, AS, 13 Juli 2024. (Foto: REUTERS/Tom Brenner) via VOA INDONESIA
Waktu Baca : 2 minutes

TANHANANEWS.COM, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan pada Sabtu (13/7) waktu setempat bahwa “semua orang wajib mengutuk” dugaan upaya pembunuhan terhadap mantan Presiden Donald Trump.

Saat berpidato di depan publik sekitar dua jam setelah penembakan, Biden menyatakan diirnya merasa lega saat mengetahui bahwa keadaan Trump dilaporkan “baik-baik saja.” Ia mengungkapkan bahwa belum dapat menghubungi Trump sebelum memberikan pernyataan. Namun, Biden berjanji akan memberikan informasi terbaru kepada publik pada Sabtu (13/7/2024) malam tentang isi percakapan dengan Trump serta rincian lebih lanjut mengenai penyelidikan tersebut.

“Kita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi,” ujar Biden. “Bahwa kekerasan semacam ini terjadi di Amerika sangat tidak bisa diterima.”

Biden, yang berbicara tanpa menggunakan teleprompter, menyatakan bahwa dia sedang menunggu informasi tambahan sebelum secara resmi menyebut serangan itu sebagai upaya pembunuhan terhadap Trump.

“Saya punya pendapat, tapi saya tidak punya fakta apa pun,” katanya kepada wartawan. Ia memastikan akan memberikan informasi terkini setelah mendapatkan informasi lebih banyak.

Presiden memberikan sambutan dari ruang pengarahan darurat Gedung Putih di Pantai Rehoboth, Delaware, yang disiapkan untuk memungkinkan presiden berbicara dalam waktu singkat saat bepergian. Dia sedang menghabiskan libur akhir pekan di rumahnya di pantai. Biden diketahui sedang melakukan ibadah misa di gereja terdekat saat penembakan terjadi.

Biden menerima “pengarahan awal” dari para stafnya setelah meninggalkan gereja beberapa menit setelah penembakan. Ia kemudian menghubungi pejabat keamanan untuk mendapatkan informasi terkini dari Kimberly Cheatle, Direktur Dinas Rahasia AS, Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas, dan Penasihat Keamanan Dalam Negeri Gedung Putih, Liz Sherwood-Randall.

Setelah penembakan di tengah kampanye Trump, tim kampanye Biden menyatakan bahwa mereka menghentikan semua komunikasi dengan para pendukung dan berupaya secepatnya untuk menarik semua iklan televisi, menurut keterangan tim kampanye.

Sementara itu, dalam pernyataan tertulis Gedung Putih, disebutkan bahwa pada Sabtu (13/7/2024) malam, Presiden Biden telah berbicara langsung dengan mantan Presiden Trump, Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro, dan Wali Kota Butler Bob Dandoy.

Presiden dijadwalkan kembali ke Washington DC malam ini, dan besok pagi Biden akan menerima pengarahan terbaru dari pejabat keamanan dalam negeri dan penegak hukum di Gedung Putih.

Wakil Presiden Kamala Harris menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia juga telah menerima pengarahan. Ia menambahkan bahwa dia serta suaminya “lega” mengetahui bahwa Trump tidak mengalami cedera serius.

“Kami berdoa untuk beliau, keluarganya, dan semua orang yang terluka dan terkena dampak penembakan tidak masuk akal ini,” katanya. 

VOA INDONESIA