Komunitas Srikandi Angkasa Pura Airports Perkuat Program Pemberdayaan Perempuan di Lingkungan Kerja

Foto Ilustrasi (Angkasa Pura Airports)
Waktu Baca : 2 minutes

TANHANANEWS.COM, Jakarta — Kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan menjadi perhatian Angkasa Pura Airports (AP1) dalam upaya menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan memperhatikan berbagai aspek atau indikator pada tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) atau sustainable development goals (SDG’s)

Bentuk dukungan AP1 untuk menginisiasi dan memperkuat kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan ditunjukkan dengan peluncuran Komunitas Srikandi Angkasa Pura Airports, yang merupakan turunan dari Program Srikandi BUMN, pada Februari 2021 lalu.

“Sejalan dengan komitmen Angkasa Pura Airports untuk mewujudkan prinsip sustainable development goals nomor 5, yaitu tercapainya kesetaraan jender melalui pemberdayaan perempuan, Angkasa Pura Airports menginisiasi berbagai program yang mendukung pemberdayaan perempuan melalui Komunitas Srikandi Angkasa Pura Airports” kata Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura Airports Devy Suradji, mengutip keterangannya, Senin (23/8/2021).

Dia juga menyebutkan komunitas ini hadir sebagai support system bagi para perempuan AP1 untuk terus dapat berkembang dan meningkatkan keahlian, eksistensi, dan kompetensi diri.

Beberapa kebijakan perusahaan yang mendukung yaitu penyediaan fasilitas khusus bagi perempuan  seperti nursery room, child care facility, penyesuaian kerja untuk pegawai hamil dan menyusui, dan cuti di luar tanggungan bagi pegawai yang mengikuti program bayi tabung; kegiatan khusus seperti webinar dengan topik-topik pemberdayaan perempuan; program pengembangan karir bagi perempuan (rencana karir alternatif, program sistem pendukung oleh konselor profesional untuk memberi layanan konseling); program coaching dan mentoring dengan pemimpin perempuan; dan komunitas hobi dan minat khusus perempuan.

Terkait pewujudan salah satu indikator SDG’s nomor 5 yaitu distribusi jabatan manajer perempuan pada organisasi atau perusahaan, saat ini di AP1 jumlah pegawai perempuan masih di bawah 20 persen, dan yang menempati posisi struktural pada level BOD-3 hanya 18 persen dibandingkan dengan lelaki. 

“Diharapkan dengan telah munculnya kesadaran dan dimulainya berbagai program yang mendukung pemberdayaan perempuan di lingkungan kerja Angkasa Pura Airports, diharapkan jumlah keterwakilan perempuan yang menduduki jabatan struktural perusahaan akan akan makin meningkat,” ujar Devy Suradji.

AP1 juga memiliki kebijakan dan peraturan pendukung lainnya, yaitu kriteria formal untuk proses seleksi, rekrutmen, promosi, dan pelatihan dengan tidak membedakan antara pegawai laki-laki dan perempuan yang tertuang dalam perjanjian kerja bersama (PKB), kecuali posisi yang diharuskan diisi oleh pegawai pria sesuai dengan regulasi.

Hal yang sudah diimplementasikan AP1 kebijakan cuti bersalin selama 3 bulan dan kebijakan pendukung bagi cuti ayah dalam pendampingan proses bersalin selama 3 hari serta kebijakan sumbangan kelahiran yang tertuang dalam PKB terkait dengan cuti alasan penting dan sumbangan kelahiran.

Lebih dari itu, AP1 juga berupaya mengakomodasi kondisi work life balance untuk mendukung pegawai yang juga berperan sebagai orang tua melalui penerapan kebijakan cuti alasan penting, anak pegawai melangsungkan pernikahan, anak pegawai melangsungkan upacara potong gigi, anak pegawai dikhitan atau dibaptis, serta pemberian Tunjangan Anak Sekolah bagi pegawai yang tertuang dalam PKB.

“Dengan hadirnya Komunitas Srikandi Angkasa Pura Airports, diharapkan program-program perusahaan terkait pemberdayaan wanita dapat diperkuat dan pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap peningkatan nilai tambah perusahaan dan masyarakat di masa mendatang,” tambah Devy.

ANGKASA PURA AIRPORTS

Editor : Eddy Prasetyo