Pemuda Panca Marga Papua Barat Desak Pemprov Akomodir Honda

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga (PD PPM) Papua Barat, Harry Ramandey,SE - Foto Tanhananews-EP/Humas PPM Pabar
Waktu Baca : 2 minutes

JAKARTA, TANHANANEWS.COM — Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga (PD PPM) Provinsi Papua Barat (Pabar) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Pabar dapat mengakomodir sebanyak 1002 honorer daerah (Honda) dalam kuota Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) formasi tahun anggaran 2024.

“Harus ada langkah afirmatif pemerintah untuk memperhatikan nasib 1002 Honorer Papua Barat karena akan berdampak terhadap usia mereka yang kian bertambah setiap tahun,” kata Ketua PD PPM Pabar Harry Ramandey, SE dalam keterangannya, usai menerima perwakilan Honda di Sekretariat PD PPM Pabar, Jumat, 3 Mei 2024.

Menurutnya, berdasarkan informasi, Pemerintah Pusat telah mengumumkan seleksi CASN dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja atau PPPK dlintas kementerian dan lembaga di Indonesia, sehingga dirasa perlu ada langkah afirmatif yang diambil Pemprov Pabar untuk mengakomodir honorer terutama kuota 1002 Honorer yang selama ini sudah mengabdi bagi masyarakat di Provinsi Papua Barat.

“Hari ini mereka (perwakilan Honda) datang ke Sekretariat Pemuda Panca Marga menyampaikan aspirasi honorer Daerah yang sudah mengabdi 5-10 tahun di Pemprov Papua Barat, terutama anak – anak veteran,” ujar Harry.

Harry menegaskan dalam rangka menjaga stabilitas keamanan, sosial dan politik di daerah perlu dicarikan solusi untuk menjawab aspirasi tersebut.

“Kami sangat sayangkan jika masalah ini dibiarkan berlarut – larut. Kami harap ada komunikasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencari solusi terbaik kepada para honorer kita di Pemprov yang selama ini sudah mengabdi,” tutur dia.

Harry menyebut 1002 honorer merupakan jumlah formasi yang pernah diperjuangkan dalam kuota CASN dan PPPK pada 2021 lalu namun sampai saat ini belum juga diakomodir.

“Kasihan dong, kalau berlama – lama akan berdampak terhadap usai mereka, masa mereka mau kerja dua tiga tahun saja langsung pensiun,” urainya.

Dari jumlah 1002 Honorer ini, Kata Harry ada sekian banyak anak – anak veteran, sehingga mereka menyampaikan aspirasi kepada PPM untuk disampaikan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

“Pemuda Panca Marga bernaung dibawah Legium veteran yang sudah memiliki legalitas di pemerintah baik Kemenkumham, Kesbangpol Pemprov, dan kemenkopolhukam untuk menyuarakan aspirasi mereka. Apalagi para honorer ini ada yang punya orang tua merupakan pejuang veteran baik Dwikora maupun Trikora, maka harus dibantu,” katanya.

Selain itu, PPM juga secara berjenjang akan menyampaikan aspirasi ini kepada pengurus pusat untuk meneruskan aspirasi ini kepada instansi terkait terutama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) untuk mencari solusi atas nasib para honorer di Papua Barat yang sudah mengabdi sekitar 5 sampai 10 tahun bagi masyarakat, bagi pemerintah, negara dan bangsa.

Sementara dari perwakilan Honda Pabar Otto Krimadi mengatakan PPM merupakan wadah berhimpun putra-putri penerus pejuang dan veteran yang berada dibawa naungan Legiun Veteran RI dan TNI agar dapat menyuarakan aspirasi 1002 honorer Papua Barat untuk diakomodir sebagai CASN TA 2024.

“Kami harap, Pemerintah Provinsi Papua Barat akomodir honorer, yang sudah mengabdi selama ini sebagai ASN bukan PPPK,” harap Otto.

REDAKSI | EDITOR: EDDY PRASETYO