Ditengah Krisis Geopolitik Global, PPM – LVRI Ingatkan Generasi Muda Agar Bijak Gunakan Media Sosial

Ilustrasi Hari Media Sosial Nasional 2026 - Tanhananews.com
Waktu Baca : 2 minutes

TANHANANEWS.COM, JAKARTA — Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) mengingatkana khususnya kepada generasi muda Indonesia dalam menyikapi krisis geopolitik global yang penuh ketidakpastian saat ini agar berlaku bijak mempergunakan platform digital media sosial, mengingat media sosial dapat diakses kapanpun dan dari sumber manapun dengan menampilkan berbagai hal yang positif maupun negatif. Demikian disampaikan oleh Ketua Umum PPM – LVRI Berto Izaak Doko, S.H. kepada awak media di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026 berkaitan dengan peringatan hari media sosial nasional tahun 2026 yang jatuh pada 10 Juni 2026.

“Berdasarkan catatan Kementerian Komdigi, pada tahun 2025, jumlah pengguna internet dunia mencapai 5,56 miliar dengan total jumlah populasi di awal 2025 mencapai 8,2 miliar. Sementara di Indonesia hampir 80 persen dari total populasi atau sekitar 220 juta adalah pengguna internet yang didominasti oleh generasi muda atau usia produktif,” ujar Berto.

Berto menilai dengan tingginya pengguna internet di Indonesia tentunya memiliki potensi yang sangat besar bagi kebaikan dan kemajuan bangsa apabila dilakukan secara bijak, namun jika sebaliknya, justru akan mengganggu kedaulatan bangsa Indonesia.

“Generasi muda Indonesia harus memiliki sikap kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial. Jangan mudah menyebarkan berita yang belum terverifikasi atau diragukan kebenarannya (hoaks) yang sering kali dapat memicu perpecahan di dalam negeri akibat propaganda asing. Hal tersebut tentunya membutuhkan penguatan literasi global untuk memahami posisi strategis negara, menggunakan teknologi secara produktif, menjaga persatuan di tengah polarisasi informasi, serta kemampuan mengembangkan keterampilan adaptif guna mendukung pertahanan dan ketahanan nasional,” kata Berto.

Berto juga berpesan khususnya kepada pengurus dan anggota PPM – LVRI di seluruh pelosok tanah air dalam upaya menghadapi persaingan global yang semakin ketat serta menjaga keutuhan kedaulatan NKRI, maka pengurus dan anggota PPM – LVRI harus mampu meningkatkan kapasitas diri dengan penguasaan keterampilan teknologi digital serta analisis data sehingga tidak mudah begitu saja percaya saat menerima informasi digital dari manapun sumbernya.

“PPM – LVRI selaku pewaris Pejuang Kemerdekaan RI, Pahlawan Nasional dan Veteran kembali menegaskan bahwa NKRI bagi PPM – LVRI Harga Mati, sehingga tidak mentolelir narasi-narasi negatif apalagi hoaks tentang Indonesia yang beredar luas di media sosial maupun media lainnya. Kedaulatan NKRI tidak boleh diganggu baik dari dalam mapun oleh pihak asing, mengingat kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah namun hasil perjuangan dan pengorbanan jiwa-raga orang tua kita,” tegas Berto yang juga cucu Pahlawan Nasional asal NTT Izaak Huru Doko.

“Gunakan ruang publik dan platform digital untuk bertukar pikiran mengenai isu-isu, baik lokal, regional, nasional maupun global secara sehat. Hindari sikap fanatisme buta terhadap konflik antarnegara yang tidak bersinggungan langsung dengan kepentingan nasional Indonesia,” pungkasnya.

REDAKSI – EDITOR: EP