Cak Imin Dinilai Berwatak Oligarkis dan Sarat Nepotisme Pimpin PKB

Putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid, menilai PKB Cak Imin makin oligarkis. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Waktu Baca : 1 minute

TANHANANEWS.COM, Jakarta — Merespond desakan rencana Muktamar Luar Biasa (MLB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diinisiasi oleh para mantan pengurus daerah PKB, juru bicara putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid Yenny Wahid, Imron Rosyadi Hamid  menilai kondisi PKB dibawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menunjukkan watak oligargis dan sarat nepotisme, sebagaimana dilansir  CNNIndonesia.com, Jumat (16/4/2021)

“Mbak Yenny sudah mendengar berita-berita menyangkut dinamika internal PKB pasca dilangsungkannya Muscab serentak Tahun 2021 yang menimbulkan ketidakpuasan pengurus daerah,” kata Imron dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/4/2021).

“Dalam pandangan kami, PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar semakin menunjukkan watak oligarkis dan nepotisme yang tidak sehat bagi pengembangan demokrasi,” lanjutnya.

Imron lantas mengetuk kesadaran semua pihak, termasuk internal DPP PKB sendiri untuk mengingatkan Cak Imin agar kembali pada semangat dan sejarah berdirinya PKB.

Dia juga menyingung masa lalu Cak Imin saat memperlakukan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam konflik PKB silam, masih terus diingat warga NU.

“Gus Dur tidak sekadar Pendiri PKB, tetapi juga cucu Hadratus Syech Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama yang seharusnya tidak diperlakukan seperti itu,” kata dia.

Imron mengaku khawatir tindakan diam para sesepuh PKB selama ini akan dianggap sebagai upaya perlindungan kepada Cak Imin. Terlebih, Cak Imin memiliki sejarah kelam terhadap Gus Dur sehingga berdampak pada penilaian negatif kalangan akar rumput terhadap para sesepuh.

“Kesadaran kolektif diperlukan agar proses demokrasi di PKB kembali bisa berjalan normal,” kata dia.

Sebelumnya beredar wacana para eks ketua-ketua PKB di daerah-daerah untuk menggelar Muktamar Luar Biasa PKB untuk menggantikan Cak Imin. Mereka menilai selama ini Cak Imin banyak melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai (AD/ART) PKB.

Selain itu, DPP PKB belakangan ini juga dinilai serampangan menunjuk Ketua dan para pengurus DPW hingga DPC. 

CNNIndonesia.com sudah berupaya menghubungi beberapa para pengurus DPP PKB untuk meminta konfirmasi terkait kabar tersebut. Namun mereka tak merespons panggilan suara dan pesan singkat yang dikirim hingga berita ini diterbitkan.

(Redaksi)