Upaya Lindungi Hutan Dunia, Inggris Investasikan Rp3 triliun

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins. ANTARA
Waktu Baca : 2 minutes

TANHANANEWS.COM, Jakarta – Melalui Program Mobilisasi Finansial untuk Hutan, Pemerintah Inggrsi meluncurkan pendanaan baru senilai 150 juta poundsterling (sekitar Rp3 triliun), Selasa (16/3/2021)

Upaya dimaksud untuk membantu melindungi hutan hujan seluas wilayah Wales atau setara dengan luas gabungan pulau Flores dan Bali, memangkas jutaan ton emisi karbon, serta meningkatkan kehidupan lebih dari 600 ribu orang di komunitas hutan tropis di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Dikutip dari Antaranews, Pemerintah Inggris akan menginvestasikan dana tersebut untuk bisnis dan investor yang mendukung dan melaksanakan proyek penggunaan lahan berkelanjutan dan melindungi kawasan hutan hujan seperti Amazon dan lembah sungai Indonesia di masyarakat yang rentan terhadap perubahan iklim.

“Indonesia adalah kandidat utama yang dapat memperoleh keuntungan dari pendanaan ini. Saya berharap inisiatif ini dapat mendukung pekerjaan besar yang berlangsung di Indonesia saat ini yaitu memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di dalam atau di sekitar kawasan hutan, sambil membantu kelompok masyarakat tersebut mengelola hutan secara berkelanjutan,” ujar Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins dalam keterangan tertulisnya, Rabu, (17/3/2021)

Lebih lanjut Owen menjelaskan banyak perusahaan dan bisnis mulai menetapkan rencana pencapaian target nol bersih, dan bagaimana mereka akan berupaya mengimbangi emisi yang tidak dapat mereka hindari.

“Mekanisme ini adalah yang pertama diluncurkan, bertujuan untuk memobilisasi modal swasta untuk mendukung dan melindungi hutan dunia. Saat kami berupaya memerangi perubahan iklim, hutan adalah sekutu terbesar umat manusia. Indonesia akan mendapatkan keuntungan besar dengan menjadi rumah bagi beberapa hutan terbesar di dunia, dan hutan-hutan ini semakin tinggi nilainya karena mereka sangat berperan penting dalam semua kehidupan,” kata Owen.

Menteri Energi Inggris Anne-Marie Trevelyan menyoroti buruknya dampak deforestasi baik terhadap masyarakat penghuni hutan hujan maupun terhadap upaya global memerangi perubahan iklim. Anne-Marie berpendapat bahwa kesehatan hutan tropis bumi sangat penting bagi kesehatan planet, dan semua pihak harus berupaya semaksimal mungkin melindungi serta melestarikan ekosistem penting ini.

Pendanaan baru Inggris akan meningkatkan investasi pada proyek-proyek di garis depan, sekaligus memberi keyakinan bagi lembaga-lembaga keuangan untuk berinvestasi, sehingga dapat menarik dan mengamankan sebanyak 850 juta poundsterling dari sektor swasta.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Internasional Inggris Lord Goldsmith mengatakan deforestasi bukan saja menjadi penyumbang utama perubahan iklim, tetapi juga penyebab utama musnahnya keanekaragaman hayati dan rusaknya penghidupan ratusan juta orang yang bergantung pada hutan. Ia menambahkan itulah mengapa Inggris benar-benar berkomitmen untuk mengatasi deforestasi global.

Lebih lanjut Lord Goldsmith mengungkapkan bahwa selain memperluas hutannya sendiri, Inggris juga bekerja secara internasional untuk mengatasi penyebab utama kerusakan hutan dan melindungi keberadaan hutan.

“Pendanaan ini menunjukkan kepemimpinan Inggris menjelang konferensi penting KTT G7 dan COP26. Seperti kami jelaskan, tidak ada jalan untuk mengatasi perubahan iklim tanpa melibatkan pemulihan lingkungan,” tutur dia.

Merujuk pada rilis Kedutaan Besar Inggris, lebih dari seperempat populasi dunia bergantung pada sumber daya hutan untuk mata pencaharian mereka, termasuk menyediakan lebih dari 13 juta pekerjaan ramah lingkungan.

Hutan hujan juga merupakan habitat bagi beragam tumbuhan dan hewan dan melindungi ketahanan planet terhadap perubahan iklim, termasuk menyimpan karbondioksida di batang pohon, akar dan tanah.

Melalui pendekatan yang tidak berkelanjutan seperti penggundulan hutan, dunia telah kehilangan sepertiga dari hutannya sejak zaman es terakhir—wilayah berukuran dua kali luas Amerika Serikat, dan melepaskan seperlima dari emisi gas rumah kaca dunia.

(ANTARA/Redaksi)