Pembatalan Kejuaraan BITC Jelang Hari H Rugikan Dojang Tiger Sumatera Binjai Puluhan Juta Rupiah

created by photogrid
Waktu Baca : 2 minutes

TANHANANEWS.COM, JAKARTA — Keputusan pembatalan dan perubahan jadwal pertandingan kejuaraan Batam International Taekwondo Championship (BITC) oleh pihak pantia jelang tanggal pelaksanaan kejuaran mengakibatkan kerugian jutaan rupiah bagi peserta dari Dojang Tiger Sumatera Binjai.

Keputusan pembatalan kejuaraan BITC yang semestinya berlangsung pada 14 – 16 Mei 2026 dijadwalkan ulang menjadi 4 – 7 September 2026 disampaikan dengan pesan singkat nelalui aplikasi WhatsApp oleh salah satu panitia berinisial “AY” pada Selasa, 5 Mei 2026 pagi, sekitar pukul 07.53 WIB.

“Assalamualaikum dan selamat pagi Sabeumnim. Mohon maaf, kejuaraannya terpaksa dijadwalkan ulang. Untuk waktu pelaksanaannya, nanti siang baru bisa saya informasikan,” demikian isi pesan singkatnya, sebagaimana dilansir dari media bedah.co.id, 19 Mei 2026.

Kerugian dimaksud menyangkut telah dipersiapkannya kebutuhan akomodasi dan transportasi bagi sebanyak 19 atlet dan pelatih Dojang Tiger Sumatera Binjai selama mengikuti kejuaraan di Batam.

Sebagai bentuk ungkapan kekecewaan, peserta bersama orang tua dan pelatih menyampaikan keberatan dan protes keras dengan mendatangi kantor Pengurus Kota (Pengkot) Taekwondo Indonesia Binjai, mengingat pembatalan serta perubahan jadwal itu diputuskan secara sepihak oleh panitia BITC tanpa mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu dengan seluruh kontingen yang terdaftar dan bersiap bertanding.

“Kami sudah berusaha berkomunikasi dengan pihak panitia, khususnya saudara AY selaku sekretaris. Data rinci mengenai kerugian yang kami derita akibat pembatalan BITC sudah kami kirimkan kepadanya. Namun, hingga kini yang kami terima hanya janji-janji manis semata,” ungkap Jerrymia Hutabarat, SE. Manajer Tim Dojang Tiger Sumatera Binjai.

“Awalnya ada kesepakatan bahwa pihak panitia yang diwakili AY akan mengganti seluruh kerugian yang timbul akibat keputusan mereka. Namun komitmen itu ternyata diingkari. Tidak ada realisasi pembayaran sama sekali, bahkan biaya pendaftaran pun belum dikembalikan. Saya berharap PBTI dan Forkompinda Kota Batam dapat memfasilitasi pertemuan kami dengan ketua panitia, agar hak kami atas penggantian kerugian dapat dipenuhi dan direalisasikan,” tandas Jerrymia.

Sementara salah satu pengurus Dojang Tiger Sumatera Binjai yang tidak bersedia disebutkan namanya berharap agar Menteri Pemuda dan Olah Raga melalui KONI dan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dapat mengambil tindakan tegas atas sikap panitia BITC yang sangat merugikan ini.

“Kami sangat berharap kepada Menpora melalui KONI dan PBTI dapat segera mengambil langkah tegas terhadap perlakuan yang kami anggap semena-mena oleh panitia BITC, karena ini telah mencoreng dunia olah raga khususnya Taekwondo yang sama-sama menjunjung tinggi sportifitas,” tegasnya.

“Jika hal ini tidak segera diselesaikan, kemungkinan kani akan menempuh jalur hukum,” pungkasnya.

REDAKSI