Wali Kota Semarang Dukung Kirab Merah Putih III, Panitia Gabungan Siapkan Bendera Sepanjang 1.945 Meter

Waktu Baca : 5 minutes

TANHANANEWS.COM, SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang menyambut positif rencana penyelenggaraan Kirab Merah Putih III yang mengusung tema “Indonesia Bersatu, Indonesia Maju” dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, 10 November 2026.

Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., dalam pertemuan bersama jajaran Pemerintah Kota Semarang dan panitia penyelenggara Kirab Merah Putih III, di Semarang, Rabu, 21 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), dan berbagai elemen masyarakat dalam menyukseskan kegiatan kebangsaan yang bertujuan mempererat persatuan, menumbuhkan nasionalisme, serta menggelorakan semangat patriotisme.

Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Ormas RI (FORKOMMAS RI) yang juga Ketua PD PPM-LVRI Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Panitia Kirab Merah Putih III, Dr. Adhi Siswanto Wisnu Nugroho, S.Pd., M.Th., dalam keterangannya, Kamis. 22 Oktober 2026 menjelaskan bahwa kegiatan tersebut direncanakan melibatkan ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat, termasuk pelajar, Pramuka, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas budaya, dan seniman.

Salah satu agenda utama adalah mengarak Bendera Merah Putih sepanjang 1.945 meter dari Jalan Pemuda, tepat di depan Balai Kota Semarang, menuju Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang.

Panjang bendera tersebut memiliki makna simbolis yang merepresentasikan tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni 1945.

Panitia Gabungan Ormas dan Organisasi Kepemudaan

Adhi menjelaskan bahwa penyelenggaraan Kirab Merah Putih III merupakan hasil kolaborasi berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta komunitas lintas elemen masyarakat yang memiliki komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Adapun unsur organisasi yang tergabung dalam kepanitiaan dan mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut meliputi:

  1. Forum Komunikasi Ormas RI (FORKOMMAS RI).
  2. Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga (PD PPM-LVRI) Provinsi Jawa Tengah.
  3. Pimpinan Cabang Pemuda Panca Marga (PC PPM-LVRI) Kota Semarang.
  4. Solidaritas Merah Putih (SOLMET) Jawa Tengah.
  5. Gerakan Nasional Anti Narkotika (GANN) Jawa Tengah.
  6. Independent Corruption Watch (ICW).
  7. Kiprah Karya Masyarakat (KKM).
  8. Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) Semarang.
  9. Barisan Intelektual Muda Nusantara (BIMANTARA).
  10. Central Kristen Indonesia (CKI) Jawa Tengah.
  11. Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).
  12. DPW Badan Kerja Sama Gereja LKI Jawa Tengah.

Selain organisasi tersebut, sejumlah unsur lainnya direncanakan segera bergabung, di antaranya IPC, GP Ansor Kota Semarang, serta komunitas Santri Dalanan (SANDAL).

Menurut Adhi, keterlibatan berbagai organisasi dengan latar belakang yang beragam menjadi cerminan nyata semangat kebinekaan, persaudaraan, dan gotong royong dalam kehidupan berbangsa.

Kirab Merah Putih III diharapkan menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat tanpa membedakan latar belakang organisasi, agama, suku, maupun golongan.

Melalui kolaborasi tersebut, panitia ingin menunjukkan bahwa Merah Putih merupakan simbol pemersatu seluruh anak bangsa, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wali Kota Semarang Siap Mendukung dan Memfasilitasi

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Semarang menyampaikan respons positif sekaligus kesiapan Pemerintah Kota Semarang untuk mendukung dan memfasilitasi kebutuhan penyelenggaraan Kirab Merah Putih III melalui koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dukungan yang dibahas meliputi pengaturan lalu lintas melalui Dinas Perhubungan, pelayanan kesehatan melalui Dinas Kesehatan, kebersihan lingkungan melalui Dinas Lingkungan Hidup, serta pelibatan pelajar melalui Dinas Pendidikan.

Koordinasi juga akan melibatkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Sosial, serta perangkat pemerintahan lainnya sesuai kebutuhan teknis di lapangan.

Wali Kota Semarang juga menyatakan kesiapan untuk bertindak sebagai inspektur upacara pemberangkatan, sekaligus membuka dan melepas secara resmi peserta Kirab Merah Putih III.

Prosesi pemberangkatan direncanakan berlangsung di Jalan Pemuda, tepat di depan Balai Kota Semarang, dengan didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain Dandim 0733/Kota Semarang, Kapolrestabes Semarang, Kepala Kejaksaan, Ketua Pengadilan Negeri, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Menurut Adhi, dukungan Pemerintah Kota Semarang menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara tertib, aman, lancar, dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat.

Perkuat Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Selain berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang, panitia juga akan menjalin komunikasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyelaraskan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan.

Dalam perencanaan awal, Pemerintah Kota Semarang diharapkan berperan dalam mendukung persiapan dan pemberangkatan kirab, sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diharapkan turut berpartisipasi dalam penyambutan peserta serta rangkaian kegiatan di kawasan Simpang Lima.

Untuk mematangkan kesiapan teknis, panitia akan melaksanakan sejumlah rapat koordinasi bersama Kesbangpol, perangkat daerah, aparat keamanan, dan unsur terkait lainnya.

Pembahasan akan difokuskan pada pengamanan, pengaturan rute, protokoler, fasilitas kesehatan, kebersihan, konsumsi, mobilisasi peserta, serta kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Bendera 1.945 Meter Diarak dari Balai Kota Menuju Simpang Lima

Kirab Merah Putih III direncanakan mengambil titik pemberangkatan di Jalan Pemuda, tepat di depan Balai Kota Semarang, kemudian bergerak secara bertahap menuju Lapangan Pancasila, Simpang Lima.

Sepanjang perjalanan, kirab akan diiringi berbagai pertunjukan seni dan budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi serta keberagaman masyarakat Indonesia.

Panitia juga berharap para siswa dan siswi SMP dapat turut berpartisipasi menyambut perjalanan kirab dengan membentuk barisan penyambutan atau pagar betis di sepanjang kawasan Jalan Pandanaran hingga menuju Lapangan Pancasila, Simpang Lima, dengan tetap memperhatikan keselamatan dan pengaturan petugas.

Kehadiran pelajar diharapkan menjadi bagian dari pendidikan karakter kebangsaan, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Bendera Merah Putih dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan sejak usia dini.

Selain menghadirkan bendera sepanjang 1.945 meter, panitia menargetkan partisipasi masyarakat yang lebih luas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, termasuk Mahasiswa, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Buruh dan Seniman.

Keterlibatan organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, komunitas lintas agama, pelajar, Pramuka, tokoh masyarakat, serta seniman diharapkan menjadikan Kirab Merah Putih III sebagai perayaan kebangsaan yang inklusif dan penuh semangat persaudaraan.

Pertemuan Panitia dengan Wali Kota Semarang

Dalam pertemuan bersama Wali Kota Semarang, rombongan panitia turut melibatkan sejumlah perwakilan organisasi, di antaranya Agung Supriyadi dari Solidaritas Merah Putih (SOLMET), Ari Nugroho dari unsur ICW, Susi Nasution dari Gerakan Pembumian Pancasila (GPP), serta perwakilan Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI) Jawa Tengah dan Kota Semarang.

Turut hadir pula sejumlah pengurus organisasi kemasyarakatan dan unsur kepanitiaan lainnya yang menyatakan komitmen untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Kirab Merah Putih III.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi sarana menyamakan persepsi mengenai pentingnya kerja sama lintas organisasi dan dukungan pemerintah dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar yang melibatkan masyarakat luas.

Kirab Merah Putih sebagai Simbol Persatuan dan Penghormatan kepada Pahlawan

Adhi menegaskan bahwa Kirab Merah Putih III tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial mengarak bendera kebangsaan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat persatuan nasional, semangat gotong royong, serta penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.

Peringatan Hari Pahlawan pada 10 November menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan, pengorbanan, dan persatuan seluruh elemen bangsa.

Karena itu, nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda melalui kegiatan positif yang membangun kesadaran kebangsaan dan tanggung jawab sosial.

Melalui penyelenggaraan Kirab Merah Putih III, panitia berharap masyarakat semakin menyadari bahwa menjaga persatuan, menghargai keberagaman, dan mengutamakan kepentingan bangsa merupakan tanggung jawab bersama.

Kolaborasi berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan juga diharapkan menjadi contoh bahwa perbedaan latar belakang bukanlah penghalang untuk bekerja sama dalam memperjuangkan kepentingan nasional.

Dengan dukungan Pemerintah Kota Semarang, rencana sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta keterlibatan berbagai organisasi dan elemen masyarakat, Kirab Merah Putih III diharapkan menjadi salah satu momentum kebangsaan yang membanggakan Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah.

Semangat “Indonesia Bersatu, Indonesia Maju” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan kegiatan, melainkan terus diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian, dan kontribusi nyata seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan serta membangun Indonesia yang lebih maju.

REDAKSI | EDITOR: EP