
TANHANANEWS.COM, JAKARTA — Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., menghadiri dan meresmikan secara langsung peluncuran Public Purification Machine (PPM) atau Mesin Pengolah Udara menjadi Air Siap Minum produk binaan Pemuda Panca Marga (PPM – LVRI), bertempat di Kawasan Hyundai, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Kamis, 2 April 2026.
Kehadiran Jenderal Dudung yang didampingi oleh Ketua Umum PPM – LVRI Berto Izaak Doko, S.H.,menegaskan dukungannya terhadap inovasi teknologi dalam negeri yang dinilai strategis bagi sektor ketahanan nasional.
Dalam kesempatan tersebut Jenderal Dudung menjelaskan bahwa alat yang diperkenalkan merupakan hasil pengembangan teknologi Atmospheric Water Generator (AWG), yakni sistem yang mampu mengolah udara menjadi air layak minum.
“Alat ini memodifikasi teknologi Atmospheric Water Generator, yang mengambil sumber dari udara, kemudian difilter hingga menghasilkan air yang bisa langsung dikonsumsi. Ini sangat bermanfaat, terutama untuk daerah tertinggal maupun dalam situasi bencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi tersebut merupakan karya anak bangsa yang dikembangkan oleh unsur Pemuda Panca Marga (PPM – LVRI). Menurutnya, teknologi ini memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan ketersediaan air bersih di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum PPM – LVRI Berto menjelaskan bahwa Organisasi PPM – LVRI tidak hanya dilibatkan pada kegiatan-kegiatan seremonial dan partisipatif saja, namun lebih memiliki peranan yang sesuai dengan tantangan zaman (era teknologi dan digitalisasi) melaui ide dan gagasan yang konstruktif.
“Dengan pelaksanaan peluncuran produk Public Purification Machine (PPM) ini adalah sebagai jawaban hal tersebut di atas, sesuai dengan Semboyan “PPM – LVRI Kreatif, Inovatif dan Mandiri,” jelas cucu Pahlawan Nasional asal NTT Izaak Huru Doko ini.

“Produk ini dikembangkan oleh Kader-kader binaan PPM – LVRI yang berkomitmen menghadirkan solusi berbasis teknologi dalam negeri. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi nasional agar tidak bergantung pada produk luar,” lanjut Berto.
Menurut Direktur Perusahaan, Fery Setyanegara, teknologi AWG yang dikembangkan mampu menghasilkan air dengan tingkat kemurnian tinggi langsung dari udara.
Ia menilai, alat tersebut memiliki kegunaan luas, termasuk untuk kebutuhan di wilayah perbatasan dan daerah terpencil yang sulit mengakses sumber air bersih. Selain itu, perangkat ini juga dapat dimobilisasi dengan mudah sehingga efektif digunakan dalam situasi darurat.
“Teknologi ini tidak membutuhkan sumber air tanah. Alat bisa dikirim ke wilayah terpencil atau daerah bencana, sehingga sangat membantu dalam penyediaan air bersih,” ujarnya.
Fery berharap inovasi ini mendapat dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
“Kami berharap ada tindak lanjut jangka panjang. Produk ini sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat di daerah tertinggal dan saat bencana. Seperti pengalaman di beberapa wilayah, masyarakat terpaksa menggunakan air yang tidak layak. Dengan alat ini, kebutuhan air bersih bisa terpenuhi,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa produk tersebut merupakan hasil karya dalam negeri yang diharapkan dapat menjadi kebanggaan nasional sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Peluncuran teknologi ini dinilai sebagai langkah awal dalam memperkuat ketahanan air nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan krisis air bersih dan kondisi darurat di berbagai wilayah Indonesia.
REDAKSI | EDITOR : EP





