BIRU VOICE: Saatnya Peduli, Kelola, dan Daur Ulang Limbah Elektronik

Waktu Baca : 2 minutes

TANHANANEWS.COM, JAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Limbah Elektronik Internasional (International E-Waste Day) pada 14 Oktober 2026, Ketua Biru Voice, Suryo Susilo, mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah elektronik secara benar dan bertanggung jawab.

“Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong meningkatnya penggunaan perangkat elektronik, seperti telepon seluler, komputer, televisi, dan peralatan rumah tangga,” ujar Suryo Susilo dalam keterangannya, Rabu, 14 Oktober 2026.

Namun lanjut dia, perangkat yang sudah tidak terpakai tidak boleh dibuang sembarangan karena dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan apabila tidak dikelola dengan tepat.

“Peringatan Hari Limbah Elektronik Internasional harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa limbah elektronik bukan sekadar sampah, melainkan sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan melalui proses daur ulang yang benar.

“Kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, kantor, maupun lingkungan masyarakat,” katanya.

Untuk memastikan limbah elektronik dikelola dengan benar, masyarakat dapat melakukan langkah-langkah praktis berikut:

  1. Pisahkan sejak dari sumbernya. Jangan mencampur perangkat elektronik rusak atau tidak terpakai dengan sampah organik dan sampah rumah tangga lainnya. Kelompokkan baterai, kabel, telepon seluler, komputer, televisi, lampu, dan peralatan elektronik lainnya secara terpisah.
  2. Amankan sebelum diserahkan. Matikan perangkat, lepaskan baterai jika memungkinkan, dan simpan limbah elektronik di tempat yang kering serta terlindung dari panas, air, dan jangkauan anak-anak. Baterai yang menggembung, bocor, atau rusak sebaiknya tidak dibongkar dan tidak dibakar.
  3. Lindungi data pribadi. Cadangkan data penting, keluarkan kartu SIM dan kartu memori, lalu lakukan pengaturan ulang perangkat sebelum diserahkan. Untuk komputer atau telepon seluler yang rusak, minta pengelola memastikan data dihapus secara aman.
  4. Gunakan kembali jika masih layak. Perangkat yang masih berfungsi dapat diperbaiki, digunakan kembali, disumbangkan, atau diberikan kepada pihak yang membutuhkan. Langkah ini membantu memperpanjang usia pakai dan mengurangi timbulan limbah.
  5. Serahkan melalui saluran resmi. Bawa limbah elektronik ke pusat pengumpulan, bank sampah yang menerima limbah elektronik, program penarikan kembali dari produsen atau toko, atau pengelola limbah elektronik berizin. Hubungi pemerintah daerah atau dinas lingkungan hidup setempat untuk mengetahui lokasi dan jadwal layanan.
  6. Pastikan didaur ulang secara bertanggung jawab. Tanyakan kepada pengelola mengenai proses pengangkutan dan pengolahan. Hindari menyerahkan limbah elektronik kepada pihak yang membakar, membongkar, atau membuangnya sembarangan karena dapat melepaskan bahan berbahaya ke lingkungan.

Ia mengimbau masyarakat untuk mulai mengumpulkan limbah elektronik secara berkala dan mengajak keluarga, sekolah, kantor, serta komunitas untuk menyediakan wadah khusus dan menyalurkannya melalui pengelola yang kompeten.

“Mari kita jadikan pengelolaan limbah elektronik sebagai gerakan bersama demi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Mulailah dengan memilah, mengamankan, menyerahkan melalui saluran resmi, dan memastikan limbah elektronik didaur ulang secara bertanggung jawab. Setiap langkah kecil merupakan investasi bagi masa depan generasi mendatang,” tutup Ketua Biru Voice Suryo Susilo

Biru Voice
Peduli Lingkungan, Bertanggung Jawab untuk Masa Depan Berkelanjutan.

REDAKSI | EDITOR: ARYAVIRAN