HUT ke-67 PEPABRI, PPM-LVRI: Momentum Perkuat Ketahanan Nasional, Solidaritas Kebangsaan dan Kesinambungan Pengabdian Lintas Generasi

Arsip Foto: Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM-LVRI) Berto Izaak Doko, S.H. - Koleksi Pribadi
Waktu Baca : 3 minutes

TANHANANEWS.COM, JAKARTA — Bersempena dengan memperingati HUT ke-67 Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri dahulu Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia  (PEPABRI) yang jatuh pada 12 September 2026,  PPM-LVRI menilai perjalanan panjang PEPABRI merupakan bagian penting dari kesinambungan pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus momentum untuk memperkuat persatuan dan ketahanan nasional di tengah perubahan zaman.

Menurut Ketua Umum PPM-LVRI Berto Izaak Doko, S.H., dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 11 September 2026, HUT PEPABRI ke-67 dengan mengusung tema “Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa”, dinilai tidak hanya sedang memperingati usia organisasi, tetapi juga menegaskan kembali komitmen untuk menghimpun dan memperkokoh persatuan purnawirawan serta warakawuri TNI dan Polri, memperjuangkan kesejahteraan anggota, serta berpartisipasi dalam menjaga NKRI dan mendukung pembangunan nasional.

Berto juga mengatakan pengalaman dan keteladanan para purnawirawan serta warakawuri merupakan aset sosial dan kebangsaan yang harus ditempatkan sebagai kekuatan strategis dalam membangun ketahanan nasional.

“Kami melihat PEPABRI bukan sekadar organisasi yang menghimpun para purnawirawan dan warakawuri. PEPABRI adalah bagian dari mata rantai pengabdian kepada negara. Api perjuangan yang telah dijaga selama 67 tahun harus terus diterjemahkan menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan, ketahanan nasional dan pembangunan Indonesia,” ujar Berto.

Menurut dia, memasuki era baru, ancaman terhadap ketahanan bangsa semakin kompleks. Persoalan tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga menyentuh ruang sosial, ekonomi, budaya dan digital. Polarisasi masyarakat, disinformasi, intoleransi, melemahnya solidaritas sosial serta degradasi nilai kebangsaan dapat menjadi ancaman serius apabila tidak dihadapi dengan kesadaran kolektif. Karena itu, Berto menilai semangat persatuan yang menjadi salah satu fondasi perjuangan PEPABRI harus terus dikontekstualisasikan dengan kebutuhan bangsa saat ini.

“Ketahanan nasional tidak cukup dibangun dengan kekuatan fisik. Kita membutuhkan ketahanan ideologi, sosial, budaya, ekonomi, informasi dan digital. Di sinilah pengalaman para purnawirawan dan warakawuri memiliki nilai strategis untuk ditransformasikan menjadi keteladanan bagi generasi muda,” ucapnya.

PPM-LVRI juga mengapresiasi komitmen PEPABRI yang menjalankan misi organisasi berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Sapta Marga dan Tribrata, serta memiliki tujuan untuk mengamankan NKRI, menyukseskan pembangunan dan ketahanan nasional, memperkuat kekeluargaan serta meningkatkan kesejahteraan jasmani dan rohani anggota.

Bagi PPM-LVRI, prinsip tersebut sejalan dengan kebutuhan untuk membangun kesinambungan pengabdian lintas generasi. Purnawirawan dan warakawuri memiliki pengalaman panjang dalam pengabdian, sementara generasi muda memiliki energi, kreativitas dan kemampuan menghadapi tantangan baru. Pertemuan dua kekuatan tersebut dinilai dapat menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai kebangsaan.

Berto menegaskan, purnatugas bukan berarti purna pengabdian. Semangat pengabdian kepada bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, mulai dari pendidikan kebangsaan, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, penguatan persatuan hingga kontribusi dalam pembangunan nasional.

“Yang harus diwariskan kepada generasi muda bukan hanya cerita tentang masa lalu, tetapi nilai yang membuat bangsa ini mampu bertahan dan berdiri tegak. Disiplin, loyalitas, tanggung jawab, keberanian, persatuan dan kecintaan kepada Tanah Air harus menjadi nilai hidup yang relevan dengan tantangan hari ini,” tegas Berto.

PPM-LVRI berpandangan, momentum HUT ke-67 PEPABRI harus menjadi titik penguatan kerja bersama seluruh elemen bangsa untuk mencegah terjadinya keterputusan nilai antargenerasi. Sejarah perjuangan bangsa harus menjadi sumber inspirasi, bukan sekadar seremoni tahunan.

Di tengah dinamika nasional dan global, persatuan Indonesia harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok. PPM-LVRI menilai organisasi kemasyarakatan yang memiliki akar sejarah pengabdian kepada negara memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga ruang kebangsaan tetap sehat, demokratis, beretika dan konstruktif.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak energi persatuan, bukan energi perpecahan. Karena itu, tema HUT PEPABRI tahun 2026 ini  harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Api perjuangan harus menerangi, bukan membakar; persatuan harus menjadi kekuatan untuk membangun, bukan sekadar slogan,” jelas Ketum PPM-LVRI Berto yang juga cucu Pahlawan Nasional asal NTT Izaak Huru Doko.

PPM-LVRI berharap PEPABRI terus menjadi rumah besar bagi purnawirawan dan warakawuri TNI-Polri dalam memperkuat solidaritas, meningkatkan kesejahteraan anggota dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi mitra strategis dalam membangun ketahanan nasional.

Pada akhirnya, PPM-LVRI meyakini bahwa perjuangan mempertahankan dan membangun Indonesia merupakan tanggung jawab lintas generasi. Veteran, purnawirawan, warakawuri dan generasi muda berada dalam satu mata rantai pengabdian yang sama: menjaga Merah Putih, merawat persatuan dan memastikan NKRI tetap kokoh.

Selamat HUT PEPABRI ke 67,  “Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa”.

REDAKSI | EDITOR: EP