
TANHANANEWS.COM, JAKARTA — Merawat kebhinekaan dengan sikap toleran terhadap keberagaman menjadi suatu keharusan sebagai upaya menjaga keutuhan kedaulatan Bangsa Indonesia. Kebhinekaan merupakan perilaku saling menghargai dan menghormati perbedaan berbagai ragam suku, ras, agama yang bertujuan untuk dapat saling mengenal baik disisi keyakinan maupun tradisi.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kaderisasi dan Keanggotaan (KK) Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) yang juga Ketua Forum Komunikasi Lembaga Dakwah (FKLD) DKI Jakarta H.M. Agoest Zakaria di Jakarta, pada Rabu, 27 Mei 2026, menyikapi insiden pembubaran jemaat saat beribadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Padukuhan Glugo, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul (wilayah selatan Kota Yogyakarta) pada 24 Mei 2026 lalu.
“Keberagaman itu bersifat Ilahiah, ketentuan Allah SWT yang tidak dapat kita hindari, sebagaimana dicontohkan oleh Rosulullah Muhannad SAW menyikapi dengan toleransi,” ujar Agoest.
Lebih lanjut menurut Agoest merawat kebhinekaan dengan sikap toleran merupakan kekuatan yang maha dahsyat dalam upaya menjaga kedaulatan bangsa ditengah kondisi global saat ini yang sedang tidak menentu, tentu masayarakat bangsa ini memiliki keinginan yang sama dapat melewati semua itu dalam suasana yang tenang, aman dan damai.
“Sejarah telah membuktikan bahwa kemerdekaan Indonesia melepaskan penjajahan selama tiga setengah abad karena kekuatan persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa,” jelasnya.
Ia-pun mengajak seluruh elemen bangsa khususnya keluarga besar PPM – LVRI agar dapat menahan diri serta lebih memperkuat tali silaturahmi dengan pihak manapun serta dengan siapapun.
“Saya mengajak seluruh elemen bangsa khususnya keluarga besar PPM – LVRI untuk lebih memperkuat ukhuwah Islamiah (persaudaraan antar umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan dalam ikatan kebangsaan dan tanah air) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia tanpa memandang suku, ras, atau agama). Hanya dengan itu setiap permasalahan bangsa dapat diselesaikan,” pungkas Agoest Zakaria.
Senada dengan Ketua KK, Ketua Umum PPM – LVRI Berto Izaak Doko, S.H juga mengajak seluruh elemen bangsa khususnya keluarga besar PPM – LVRI agar dapat menahan diri dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa, mengingat saat ini banyak narasi-narasi media online mapunu di sosial media mengarah pada provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
“Sebagai putra-putri dan cucu penerus Pejuang Kemerdekaan RI , Pahlawan Nasional dan Veteran, kita memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam merawat dan menjaga kedaulatan bangsa yang telah diperjuangkan oleh orang tua kita, agar pengorbanan jiwa dan raga mereka tidak sia-sia,” ujar Berto yang juga cucu Pahlawan Nasional Asal NTT Izaak Huru Doko.
“Terkait insiden Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Bantul, sekiranya memang kelengkapan perijinan belum terpenuhi, saya percaya pemerintah daerah setempat akan membantu secara maksimal agar permasalahan dapat segera terselesaikan dengan baik dan sesuai aturan perundangan yang berlaku,” imbuh Berto.
Melansir dari DETIK JOGJA, 27 Mei 2026, Gereja Misi Sejahtera (GMS) menyatakan tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna melengkapi administrasi syarat-syarat perizinan tempat ibadah.
“Kita sedang terus berkoordinasi terkait kelengkapan administrasi,” kata Humas GMS Pusat, Josiah Michael saat dihubungi wartawan, Rabu (27/5/2026).
Josiah mengatakan, semua itu sebagai wujud GMS Bantul betul-betul siap melengkapi syarat terkait izin tempat ibadah. Saat ini GMS Bantul sedang mengurus kelengkapan dokumen.
“Dan GMS Bantul siap melengkapi jika masih ada dokumen lagi yang diperlukan,” ujar Josiah.
REDAKSI





