LVRI-BNPT Teken Nota Kesepahaman, Cegah Paham Radikal dan Intoleran Lewat Pewarisan JSN’45

Ketua Umum LVRI Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun (kiri) dengan Kepala BNPT Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, M.H (kanan) saat penandatanganan nota kesepahaman bertempat di Hotel Sultan Jakarta, pada Senin (8/8/2022).- Foto : Humas LVRI
Waktu Baca : 3 minutes

TANHANANEWS.COM, Jakarta — Dalam upaya pencegahan paham radikal, intoleran melalui pelestarian, penanaman Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai Kejuangan 1945 (JSN’45), Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) menandatangani nota kesepahaman serta membangun kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Ketua Umum LVRI Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun dengan Kepala BNPT Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, M.H bertempat di Hotel Sultan Jakarta, pada Senin (8/8/2022).

Dalam sambutannya, Saiful Sulun mengatakan bahwa nota kesepahaman antara LVRI-BNPT merupakan salah satu bentuk keikutsertaannya dalam membantu BNPT.

“Nota kesepahaman antara BNPT-LVRI merupakan salah satu bentuk keikutsertaan kami membantu BNPT,” kata Saiful.

Ketua Umum LVRI Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun (kanan) dengan Kepala BNPT Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, M.H (kiri) – Foto : Humas LVRI

Menurut Saiful, terorisme sebagai salah satu tindakan atau gerakan yang mendatangkan rasa takut kepada masyarakat dan pada gilirannya gerakan tersebut juga dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Lebih lanjut, terkait dengan radikalisme, Saiful memandang hal tersebut sebagai suatu gerakan yang berupa kekerasan, pemaksaan kehendak, menolak kebersamaan, dan lebih jauh ingin mengganti dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan dasar negara yang lain dan bukan Pancasila.

“Ini amat berbahaya. Bisa memecah belah persatuan bangsa,” ucap Saiful.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa risau dengan situasi nasional saat ini. Kebebasan yang luar biasa, menurut Saiful, telah memunculkan berbagai ideologi yang berseberangan dengan Pancasila.

Salah satu isu yang menjadi perhatian dari Saiful adalah paham agama yang digunakan sebagai alat perjuangan.

“Seluruh lapisan telah mereka susupi, termasuk di bidang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi. Gerakan ini merupakan ancaman serius bagi bangsa Indonesia,” ungkap Saiful.

Dengan demikian, menurut Saiful, permasalahan ini tidak cukup apabila hanya diatasi oleh BNPT.

“Seluruh kekuatan nasional harus ikut serta mengatasi terorisme dan radikalisme, terutama oleh masyarakat Islam moderat,” tutur Saiful.

Mantan Pangdam V/Brawijaya ini menegaskan bahwa bangsa Indonesia didirikan bukan atas dasar paham liberalisme, komunisme, maupun atas dasar paham agama.

“Negara ini didirikan oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan oleh sebagian rakyat Indonesia. Negara ini milik seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Foto Bersama – Foto : Humas LVRI

Oleh karena itu, ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memegang teguh Pancasila, karena Pancasila mempersatukan bangsa. “Dengan bersatu kita membangun negeri,” kata Saiful.

Sementara Kepala BNPT Boy Rafli Amar dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerjasama LVRI sehingga nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama ini dapat terselenggara.

“Kami berharap, dengan kegiatan ini, kita dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam mencegah penyebaran paham radikal dan intoleransi melalui peningkatan fungsi dan peran aktif sumber daya manusia di masing-masing pihak,” kata Boy Rafli.

Boy Rafli juga berharap melalui nota kesepahaman antara LVRI dengan BNPT dapat menjadi dasar pembentukan perjanjian kerjasama pelaksanaan kegiatan kolaborasi antara BNPT dengan LVRI.

“BNPT berharap melalui nota kesepahaman ini dapat menjadi dasar dari pembentukan perjanjian kerjasama kegiatan kolaborasi antara BNPT dengan LVRI dalam membantu masyarakat Indonesia mencegah paham radikal, intoleran melalui pelestarian, pewarisan, penanaman Jiwa Semangat dan Nilai-nilai Kejuangan 1945,” harap Kepala BNPT.

Dalam kesempatan yang sama, BNPT juga menandatangani perjanjian kerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Pembangunan Nasioal (UPN) Veteran Jakarta.

HUMAS LVRI | EDITOR : EDDY PRASETYO