Eddy Kuntadi: Pendidikan Karakter Kebangsaan Kunci Masa Depan Indonesia

Ketua Wantimpus PPM-LVRI Dorong Penguatan Nilai Kejuangan, Integritas, dan Kepemimpinan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 - Foto: Tanhananews.Com
Waktu Baca : 3 minutes

Ketua Wantimpus PPM-LVRI Dorong Penguatan Nilai Kejuangan, Integritas, dan Kepemimpinan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

TANHANANEWS.COM, JAKARTA — Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (WANTIMPUS) Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI), Ir. H. Eddy Kuntadi, menegaskan bahwa pendidikan karakter kebangsaan merupakan fondasi strategis dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa maju, berdaulat, dan bermartabat.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup bertumpu pada kecerdasan intelektual dan penguasaan teknologi. Kemajuan bangsa juga membutuhkan integritas, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta kesadaran untuk mengutamakan kepentingan nasional.

“Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan generasi mudanya, tetapi juga oleh kekuatan karakter dan tanggung jawab kebangsaannya. Ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan integritas, moralitas, dan semangat pengabdian,” ujar Eddy Kuntadi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Menjawab Tantangan Perubahan Zaman

Eddy Kuntadi menilai bahwa globalisasi dan transformasi digital telah membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang dan berkompetisi di tingkat internasional. Namun, perubahan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa disinformasi, intoleransi, melemahnya solidaritas sosial, dan pergeseran nilai dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, sistem pendidikan nasional perlu memberikan perhatian yang seimbang antara pengembangan kompetensi dan pembentukan kepribadian.

Pendidikan karakter, lanjutnya, harus diwujudkan melalui proses pembelajaran yang menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, menghargai perbedaan, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan dunia tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Keterbukaan terhadap kemajuan harus disertai kemampuan menjaga nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan,” tegasnya.

Menghidupkan Nilai Kejuangan dalam Tindakan Nyata

Sebagai Ketua Wantimpus PPM-LVRI, Eddy Kuntadi memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pewarisan nilai-nilai perjuangan para Pahlawan dan Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, sejarah perjuangan bangsa mengandung pelajaran penting tentang keberanian, pengorbanan, solidaritas, ketangguhan, dan kesediaan mendahulukan kepentingan bersama.

Nilai-nilai tersebut perlu diperkenalkan kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih kontekstual, bukan semata-mata melalui hafalan sejarah atau kegiatan seremonial.

“Semangat perjuangan para pendahulu bangsa harus diterjemahkan sesuai tantangan zaman. Jika dahulu patriotisme diwujudkan melalui perjuangan mempertahankan kemerdekaan, hari ini patriotisme harus hadir melalui prestasi, kejujuran, kerja keras, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam konteks tersebut, PPM-LVRI memiliki peran penting sebagai jembatan antargenerasi untuk menjaga kesinambungan nilai kejuangan sekaligus menumbuhkan kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian.

Eddy Kuntadi mendorong jajaran PPM-LVRI di berbagai tingkatan untuk memperkuat kegiatan pendidikan wawasan kebangsaan, dialog lintas generasi, pelatihan kepemimpinan, serta pengabdian sosial melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pemangku kepentingan terkait.

Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045

Lebih jauh, Eddy Kuntadi mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 menuntut kesiapan sumber daya manusia yang mampu menghadapi persaingan global sekaligus menjawab persoalan pembangunan nasional.

Bonus demografi harus dimanfaatkan untuk menghasilkan generasi yang produktif, inovatif, mandiri, dan memiliki etos kerja tinggi. Namun, keberhasilan tersebut memerlukan lingkungan pendidikan yang mampu membangun kebiasaan positif sejak dini.

Ia menekankan pentingnya keteladanan dari keluarga, pendidik, pemimpin, dan tokoh masyarakat. Tanpa contoh nyata, pendidikan karakter berisiko berhenti sebagai wacana yang tidak memberikan perubahan berarti.

“Indonesia Emas 2045 harus dipersiapkan mulai sekarang. Kita membutuhkan generasi yang bukan hanya mampu menciptakan kemajuan, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk menegakkan kebenaran, menolak korupsi, dan menjaga kepentingan bangsa,” katanya.

Memperkuat Persatuan dan Tanggung Jawab Bersama

Eddy Kuntadi juga menggarisbawahi pentingnya merawat keberagaman sebagai kekuatan nasional. Dalam masyarakat yang majemuk, pemahaman terhadap Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan melalui sikap toleran, saling menghormati, dan kemampuan menyelesaikan perbedaan secara bermartabat.

Menurutnya, upaya membangun kualitas generasi penerus tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata. Diperlukan keterlibatan pemerintah, keluarga, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan seluruh elemen bangsa untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter.

Mengakhiri keterangannya, Eddy Kuntadi mengajak seluruh komponen masyarakat menjadikan pendidikan karakter kebangsaan sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan, dengan penekanan pada keteladanan dan tindakan nyata.

“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu membangun kemajuan, tetapi juga bangsa yang mampu menjaga jati dirinya. Pendidikan karakter kebangsaan adalah investasi jangka panjang untuk memastikan Indonesia tetap bersatu, berdaulat, dan bermartabat,” pungkas Eddy Kuntadi.

REDAKSI  – EDITOR: @RYAVIRAN