TANHANANEWS.COM, JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI), Berto Izaak Doko, S.H., mengimbau seluruh jajaran pengurus, anggota, dan kader PPM-LVRI di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di wilayah terdampak langsung Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), untuk turut membantu pemerintah dalam upaya penanganan bencana tersebut.
“Sebagai putra-putri, cucu, dan generasi penerus Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), keluarga besar PPM-LVRI memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk meneruskan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Berto dalam keterangannya, Minggu, 18 Oktober 2026.
Ia juga menegaskan tanggung jawab tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penghormatan terhadap jasa para pejuang kemerdekaan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Lebih lanjut menurut Berto, penanganan Karhutla membutuhkan kepedulian, kerja sama, dan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, jajaran PPM-LVRI di daerah diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, relawan, serta unsur masyarakat lainnya sesuai dengan kapasitas dan kondisi di lapangan.
“Sebagai generasi penerus Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia, kita harus mampu menerjemahkan warisan perjuangan para pendahulu ke dalam tindakan nyata. Ketika saudara-saudara kita menghadapi ancaman Karhutla, sudah sepatutnya keluarga besar PPM-LVRI hadir untuk membantu, bergotong royong, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” Imbau cucu Pahlawan Nasional asal NTT Izaak Huru Doko.
Bentuk partisipasi yang dapat dilakukan oleh pengurus dan kader PPM-LVRI di wilayah terdampak antara lain membantu penyebarluasan informasi dan edukasi pencegahan kebakaran, mendukung upaya kesiapsiagaan masyarakat, membantu penyaluran bantuan bagi warga terdampak, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pemulihan lingkungan yang dikoordinasikan oleh instansi berwenang.
Dalam pelaksanaannya, seluruh anggota PPM-LVRI diminta untuk mengutamakan keselamatan, mematuhi arahan petugas, serta tidak melakukan pemadaman secara mandiri di lokasi berbahaya tanpa perlengkapan dan pelatihan yang memadai.
“Penanganan kebakaran harus dilaksanakan melalui koordinasi dengan pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi teknis,” ujar Berto.
Bagi PPM-LVRI, keterlibatan dalam membantu penanganan Karhutla merupakan salah satu bentuk nyata implementasi Jiwa, Semangat, dan Nilai-Nilai Kejuangan 1945 (JSN’45) yang diwariskan oleh para Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia.
“JSN’45 bukan sekadar nilai historis yang dikenang dalam upacara atau peringatan hari besar nasional. Nilai-nilai tersebut harus terus hidup dalam sikap, perilaku, dan pengabdian generasi penerus, antara lain melalui semangat persatuan, rela berkorban, gotong royong, kepedulian sosial, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Tanah Air,” jelas Berto.
PPM-LVRI juga memandang bahwa pencegahan dan penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, kepatuhan terhadap peraturan, serta kepedulian terhadap dampak kebakaran bagi kesehatan, lingkungan, dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat harus terus diperkuat.
Melalui imbauan ini, Pimpinan Pusat PPM-LVRI mengajak seluruh jajaran organisasi untuk menjadikan momentum penanganan Karhutla sebagai ruang pengabdian sekaligus pembuktian bahwa semangat perjuangan para pendahulu tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“PPM-LVRI hadir bukan hanya untuk mewarisi sejarah perjuangan, melainkan juga untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan melalui pengabdian nyata kepada rakyat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Ketua Umum PPM-LVRI Berto.
REDAKSI | EDITOR: @ryaviran






