TANHANANEWS.COM, JAKARTA — Program Patriot Pangan Mandiri Pemuda Panca Marga (PPM – LVRI) mulai garap seluas 200ha Lahan dengan tanaman kopi, kelapa dan bambu di wilayah adat Kasepuhan Cibarani, Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Hal tersebut disampaikan Lukman selaku Koordinator Patriot Pangan Mandiri PPM-LVRI dalam keterangannya di Jakarta, pada Selasa, 1 Septermber 2026. Lukman menyatakan kesiapan organisasinya mendukung penuh kebijakan ketahanan pangan Menteri Pertanian, saat memimpin penanaman bibit kopi, kelapa, dan bambu.
“Penanaman tersebut menjadi bagian dari acara puncak Seren Taun Kasepuhan Cibarani, yang tahun ini dirangkai dengan sarasehan bertema “Pemberdayaan Masyarakat Adat dengan Memanfaatkan Lahan Adat untuk Mewujudkan Kemandirian dan Ketahanan Pangan”, ujar Lukman.
Kegiatan dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. Suwandi, M.Si., bersama unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan sesepuh sejumlah lembaga adat.
Kasepuhan Cibarani telah memperoleh penetapan hutan adat seluas kurang lebih 490 hektare melalui Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 10247 tertanggal 20 Desember 2019. Lahan berstatus jelas inilah yang menjadi ruang kerja pertama Program Patriot Pangan Mandiri.
Lukman, yang hadir mewakili Ketua Umum PPM-LVRI Berto Izaak Doko, S.H., menjelaskan bahwa program dimulai secara bertahap.
“Penanaman kopi, kelapa, dan bambu ini adalah program pertama kami bersama Kasepuhan Cibarani. Dari 490 hektare wilayah adat, kami mulai dengan 200 hektare terlebih dahulu, dan selanjutnya kami lanjutkan dengan pembentukan Patriot Pangan Mandiri di kabupaten dan kota,” ujarnya.
Ketiga komoditas dipilih karena dapat ditanam pada lahan yang sudah ada, tanpa menebang dan tanpa membuka, sehingga pemanfaatannya berjalan seiring dengan ketentuan kawasan hutan adat. Kopi tumbuh baik di bawah naungan, bambu menahan tanah pada lereng sekaligus menjaga ketersediaan air, sementara kelapa memberi hasil jangka panjang bagi warga.

Atas nama Ketua PPM LVRI, Berto Izaak Doko, Lukman menyampaikan terima kasih nya atas dukungan yang diberikan Kementerian Pertanian, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian.
“Kami, mewakili Ketua Umum PPM LVRI, Pak Berto, sangat bangga dan berterima kasih kepada Bapak Menteri atas kepercayaan serta dukungannya. Merangkul organisasi kemasyarakatan seperti kami adalah sebuah terobosan yang luar biasa. Untuk itu kami akan bersungguh-sungguh dan mendukung penuh segala kebijakan Bapak Menteri menyangkut ketahanan pangan, sekaligus menyusun barisan melawan Mafia Pangan,” katanya.
Dalam pemaparannya pada sesi sarasehan, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Suwandi menyampaikan kesannya atas penyelenggaraan acara puncak Seren Taun tersebut. Ia menyatakan Kementerian Pertanian akan mendukung kegiatan yang terbukti nyata di lapangan dan sejalan dengan agenda memajukan sektor pertanian, sekaligus menjaga capaian yang telah diraih untuk kemudian ditingkatkan pada masa mendatang.
Sesepuh Kasepuhan Cibarani, Abah H. Dulhani, S.Sos., menyambut kerja sama tersebut sebagai bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat adat.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan yang difasilitasi PPM-LVRI melalui Program Patriot Pangan Mandiri ini. Hormat saya untuk Pak Berto atas kesediaannya datang langsung ke Kasepuhan Cibarani dan langsung membuktikannya dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pertanian, bertemu Bapak Menteri Pertanian, hingga bantuan untuk petani yang tergabung dalam Kasepuhan Cibarani diserahkan kepada kami,” kata Lukman.
“Sungguh sebuah contoh yang harus diikuti oleh pimpinan organisasi kemasyarakatan lain, dan saya siap mendukung Program Patriot Pangan Mandiri ini di Provinsi Banten serta menyiarkannya ke kasepuhan adat lain yang ada di Banten dan Jawa Barat”, pungkasnya.
REDAKSI






