Gebyar 1000 Santri di Serang, Ketum PPM-LVRI Dorong Pemerataan Pendidikan Bagi Generasi Muda

Waktu Baca : 3 minutes

TANHANANEWS.COM, SERANG, BANTEN — Ketua Umum Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI), Berto Izaak Doko, S.H., menghadiri acara Gebyar 1000 Santri yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kartika, Kamis, 29 Oktober 2026. Mengusung tema “Santri Ngaji, Banten Lestari”, kegiatan tersebut berlangsung di Gapura Indra Function Hall, Kota Serang, Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Berto menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan, penguatan karakter, serta perluasan kesempatan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“PPM-LVRI memandang penting pemerataan akses pendidikan, penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan, serta perluasan kesempatan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Berto.

Ia mengapresiasi peran PKBM Kartika yang berkolaborasi dengan sejumlah pondok pesantren salafi di Kota dan Kabupaten Serang dalam menyediakan layanan pendidikan kesetaraan bagi para santri dan masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan formal.

Menurut Berto, pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, moral, dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri, nilai-nilai kebangsaan, dan landasan keagamaan.

Dorong Peluang Beasiswa ke Turki

Dalam kesempatan tersebut, Berto juga menyampaikan adanya peluang penjajakan kerja sama pendidikan dengan Pemerintah Turki melalui Kedutaan Besar Turki di Jakarta. Inisiatif ini diarahkan untuk membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia memperoleh beasiswa guna menempuh pendidikan sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3) di perguruan tinggi negeri di Turki.

Informasi awal yang disampaikan menyebutkan bahwa program beasiswa tersebut berpotensi mencakup biaya keberangkatan, kebutuhan selama masa pendidikan, serta uang saku sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk menindaklanjuti informasi dan menjembatani komunikasi terkait peluang tersebut, Berto menugaskan H. Agus Zakaria sebagai fasilitator.

Menutup sambutannya, Berto Izaak Doko menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Nasional. Ia berharap semangat menuntut ilmu, kedisiplinan, serta tradisi keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan para santri terus terpelihara dan menjadi bekal dalam membangun masa depan bangsa.

Melalui kegiatan Gebyar 1000 Santri, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara PKBM, pondok pesantren, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat dalam mendorong pemerataan pendidikan.

Selain memperluas akses terhadap pendidikan kesetaraan, upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi generasi muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, meningkatkan daya saing, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

PKBM Kartika Luluskan 1.000 Santri

Sementara itu, PKBM Kartika mencatat telah meluluskan sebanyak 1.000 santri melalui program pendidikan kesetaraan selama periode 2018–2025. Program tersebut meliputi Paket A, Paket B, dan Paket C, yang memberikan kesempatan kepada para santri untuk memperoleh pendidikan setara sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.

Kepala Sekolah PKBM Kartika, Ainun Nufus Puspasari, menjelaskan bahwa lembaga tersebut berdiri pada 2012 dengan fokus awal membantu anak-anak putus sekolah di lingkungan Cilampang, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Seiring perkembangannya, PKBM Kartika memperluas jangkauan layanan pendidikan dengan menyasar para santri di pondok pesantren salafi. Program ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan bahwa keterbatasan akses pendidikan formal tidak menghalangi santri dalam menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.

Dari total 1.000 lulusan tersebut, sebagian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sedangkan lainnya memilih terjun langsung ke masyarakat. Hingga Agustus 2025, PKBM Kartika tercatat memiliki 690 peserta didik aktif.

Ke depan, lembaga ini berencana memperluas jangkauan program pendidikan kesetaraan ke sejumlah wilayah lain di Provinsi Banten, termasuk kawasan Serang dan Tangerang.

Pemerintah Daerah Apresiasi Pendidikan Kesetaraan

Asisten Daerah II Kota Serang, Yudi Suryadi, turut mengapresiasi kontribusi PKBM Kartika dalam memperluas akses pendidikan bagi para santri.

Ia berharap semakin banyak pondok pesantren yang berpartisipasi dalam program pendidikan kesetaraan sehingga para santri yang belum menuntaskan pendidikan dasar maupun menengah memiliki kesempatan untuk melanjutkan pembelajaran tanpa harus meninggalkan lingkungan pesantren.

Kolaborasi antara lembaga pendidikan nonformal, pondok pesantren, dan pemerintah daerah dinilai penting untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

REDAKSI | EDITOR: EP