PPM-LVRI: 81 Tahun RRI, Menjaga Suara Indonesia dan Merawat Nilai Kejuangan 1945

Berto Izaak Doko, S.H. (kiri) dan M Mistam Direktur Program dan Produksi Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP) RRI - Foto: Tanhananews.com
Waktu Baca : 4 minutes

TANHANANEWS.COM, JAKARTA — Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI) menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Radio Republik Indonesia (RRI) yang pada 11 September 2026 memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81. Mengusung tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” serta semboyan “Sekali di Udara, Tetap di Udara”, RRI dinilai memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa sekaligus menjadi mitra penting dalam menyuarakan nilai-nilai kebangsaan dan kejuangan kepada masyarakat Indonesia.

Selama 81 tahun, RRI telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia. Dari masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan hingga era transformasi digital, RRI terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai media publik yang memberikan informasi, pendidikan, hiburan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Bagi PPM-LVRI, RRI memiliki arti khusus karena telah memberikan ruang yang luas bagi organisasi dalam menyampaikan berbagai pesan kebangsaan, khususnya dalam mensosialisasikan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai Kejuangan 1945 (JSN45) kepada masyarakat.

Ketua Umum PPM-LVRI Berto Izaak Doko, S.H.,dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 9 September 2026 mengatakan bahwa keberadaan RRI selama 81 tahun membuktikan bahwa radio publik tetap memiliki relevansi dan posisi strategis dalam membangun kesadaran kebangsaan di tengah perubahan teknologi komunikasi yang sangat cepat.

“Kami dari Pemuda Panca Marga menyampaikan Dirgahayu ke-81 kepada Radio Republik Indonesia. Bagi kami, RRI bukan sekadar lembaga penyiaran, tetapi merupakan bagian dari perjalanan sejarah bangsa dan mitra strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kebangsaan kepada masyarakat,” ujar Berto.

Menurutnya, salah satu kontribusi penting RRI bagi PPM-LVRI adalah memberikan ruang untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan 1945 kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.

“JSN45 harus terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus. Nilai rela berkorban, cinta tanah air, persatuan, gotong royong, patriotisme, nasionalisme, pantang menyerah, serta semangat mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus diterjemahkan dalam kehidupan kekinian,” katanya.

Berto menegaskan, generasi muda tidak cukup hanya mengetahui sejarah perjuangan bangsa secara tekstual. Mereka harus memahami nilai yang terkandung di dalamnya dan mampu mengaktualisasikannya melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Karena itu, menurut Berto, media publik seperti RRI memiliki tanggung jawab strategis untuk menghadirkan informasi yang mencerdaskan sekaligus memperkuat karakter kebangsaan masyarakat.

“Di tengah derasnya arus informasi digital, hoaks, disinformasi, ujaran kebencian dan berbagai konten yang dapat memecah persatuan, kehadiran media publik yang kredibel dan mencerdaskan semakin dibutuhkan. RRI harus terus menjadi suara yang menyatukan Indonesia,” tegasnya.

RRI dan Tantangan Era Digital

Perubahan teknologi telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh informasi. Radio tidak lagi hanya didengarkan melalui perangkat radio konvensional, tetapi telah berkembang melalui streaming, platform digital, media sosial, dan berbagai bentuk distribusi informasi lainnya.

Transformasi tersebut menjadi peluang bagi RRI untuk memperluas jangkauan pesan kebangsaan, khususnya kepada generasi muda yang semakin dekat dengan ekosistem digital.

PPM-LVRI memandang bahwa transformasi RRI harus tetap diikuti dengan penguatan karakter dan jati diri sebagai lembaga penyiaran publik. RRI diharapkan terus menjadi ruang yang menghadirkan keberagaman suara masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat nilai persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” juga dinilai memiliki relevansi kuat dengan tantangan bangsa saat ini. Kedaulatan tidak hanya menyangkut wilayah dan politik, tetapi juga menyangkut kedaulatan informasi, ketahanan budaya, karakter bangsa dan kemampuan masyarakat untuk memilah informasi secara kritis.

Dalam konteks tersebut, PPM-LVRI menilai bahwa sinergi antara RRI dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, keluarga besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), serta berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat.

Sinergi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga ingatan sejarah bangsa sekaligus menjadikan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan sebagai fondasi dalam membangun Indonesia yang lebih kuat.

Mewariskan Semangat Perjuangan kepada Generasi Muda

PPM-LVRI menegaskan bahwa semangat perjuangan 1945 bukan sekadar romantisme masa lalu. JSN45 merupakan warisan moral yang harus terus dikontekstualisasikan dengan persoalan bangsa masa kini.

Generasi muda menghadapi tantangan yang berbeda dengan generasi pejuang kemerdekaan. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka perjuangan generasi saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan prestasi, menjaga persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melawan intoleransi, menjaga keutuhan NKRI, serta membangun bangsa yang berdaulat, adil dan makmur.

Dalam konteks inilah PPM-LVRI melihat RRI sebagai salah satu mitra strategis untuk terus menghidupkan komunikasi kebangsaan.

“Perjuangan tidak pernah selesai. Bentuk perjuangan boleh berubah sesuai zaman, tetapi jiwa, semangat dan nilai perjuangannya harus tetap hidup. Kami berharap RRI terus menjadi salah satu rumah bagi suara kebangsaan dan menjadi jembatan antara sejarah perjuangan dengan generasi masa depan,” ujar Berto Izaak Doko.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran RRI yang selama ini telah berkontribusi dalam memberikan ruang bagi berbagai kegiatan dan pesan kebangsaan PPM-LVRI.

“Atas nama keluarga besar Pemuda Panca Marga, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada RRI. Semoga RRI semakin kuat, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan tetap konsisten menjalankan fungsi sebagai media publik yang mencerdaskan serta memperkuat persatuan Indonesia,” tuturnya.

Dirgahayu RRI ke-81

Memperingati 81 tahun perjalanan RRI, PPM-LVRI berharap semboyan “Sekali di Udara, Tetap di Udara” tidak hanya menjadi slogan historis, tetapi terus menjadi semangat pengabdian untuk menghadirkan informasi yang berkualitas, mencerdaskan masyarakat, memperkuat kebudayaan nasional, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

PPM-LVRI juga berharap kolaborasi dengan RRI dalam menyosialisasikan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai Kejuangan 1945 dapat terus dikembangkan melalui berbagai program siaran, dialog kebangsaan, edukasi sejarah, literasi digital, serta kegiatan yang melibatkan generasi muda.

RRI telah melewati 81 tahun perjalanan bersama Indonesia. Tantangan zaman akan terus berubah, tetapi kebutuhan bangsa terhadap informasi yang benar, suara yang mencerdaskan dan pesan yang mempersatukan akan selalu ada.

Atas nama Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI), Ketua Umum Berto Izaak Doko, S.H., beserta seluruh jajaran dan keluarga besar PPM-LVRI menyampaikan: SELAMAT HARI ULANG TAHUN KE-81 RADIO REPUBLIK INDONESIA “SUARA INDONESIA BERDAULAT, ADIL, DAN MAKMUR” – “SEKALI DI UDARA, TETAP DI UDARA.”

Semoga RRI terus menjadi suara Indonesia yang menyatukan, mencerdaskan, menginspirasi dan menguatkan semangat kebangsaan, serta senantiasa menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju masa depan yang berdaulat, adil dan makmur.

REDAKSI | EDITOR: EP