Ketum PPM-LVRI Berto: Sinergi Bersama Santri Perkuat Karakter Kebangsaan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM) Berto Izaak Doko - Foto: Istimewa
Waktu Baca : 2 minutes

TANHANANEWS.COM, JAKARTA —- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI), Berto Izaak Doko, S.H., menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri, ulama, kiai, pengasuh pondok pesantren, serta keluarga besar pesantren di seluruh Indonesia.

Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober merupakan saat yang tepat untuk mengenang kontribusi besar kaum santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Berto menilai peringatan Hari Santri Nasional 2026 memiliki makna strategis dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Pemuda Panca Marga, saya mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026. Semoga semangat perjuangan, pengabdian, dan kecintaan para santri terhadap tanah air senantiasa menjadi inspirasi dalam menjaga persatuan serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Berto, dalam keterangannya, Rabu, 21 Oktober 2026 (malam). 

Menurut Berto, nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air yang diwariskan para pejuang harus terus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa.

“Semangat Resolusi Jihad mengajarkan bahwa membela bangsa dan negara merupakan tanggung jawab bersama. Nilai perjuangan tersebut harus terus hidup dalam setiap generasi, termasuk melalui pendidikan, pengabdian sosial, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai organisasi putra-putri, cucu dan penerus Pejuang Kemerdekaan RI, PPM-LVRI memiliki tanggung jawab moral untuk melestarikan nilai-nilai kejuangan, patriotisme, nasionalisme, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Terdapat kesamaan nilai antara perjuangan para veteran dengan pengabdian kaum santri, yakni kecintaan terhadap Indonesia, kesediaan berkorban demi kepentingan bangsa, serta komitmen menjaga keutuhan NKRI,” jelas Berto. 

Oleh karena itu, PPM-LVRI memandang penting terbangunnya sinergi antara organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, pesantren, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat karakter kebangsaan generasi muda.

“Santri dan generasi muda harus menjadi kekuatan moral bangsa. Kecerdasan intelektual perlu berjalan seiring dengan integritas, akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial. Inilah fondasi penting dalam membangun Indonesia yang maju dan bermartabat,” ungkapnya.

Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh komponen bangsa yang dilandasi persatuan, kerja keras, kejujuran, dan semangat gotong royong.

“Perjuangan generasi hari ini bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah, melainkan melawan kebodohan, kemiskinan, perpecahan, korupsi, dan berbagai tantangan yang dapat menghambat kemajuan bangsa. Di sinilah santri bersama seluruh generasi muda memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan,” kata Berto yang juga cucu Pahlawan Nasional asal NTT Izaak Huru Doko.

Menutup pernyataannya, Ketua Umum PPM-LVRI tersebut berharap semangat Hari Santri Nasional dapat terus memperkokoh persatuan bangsa dan menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia untuk mengisi kemerdekaan melalui karya serta pengabdian yang bermanfaat.

REDAKSI | EDITOR: EP