Ketum PPM-LVRI Berto Kunjungi Situs Sejarah Kenari dan Silaturahmi Dengan Veteran PKRI Usia 94 Tahun di Serang Banten

Waktu Baca : 2 minutes

TANHANANEWS.COM, SERANG, BANTEN — Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM-LVRI), Berto Izaak Doko, S.H., melaksanakan rangkaian kegiatan di Provinsi Banten dengan menghadiri undangan acara Gebyar 1000 Santri sekaligus melakukan kunjungan sejarah dan silaturahmi kepada salah seorang anggota Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia yang kini telah berusia 94 tahun.

Kunjungan tersebut selaim dalam rangkaian memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026, juga bagian dari upaya mempererat hubungan kebangsaan, memperkuat nilai-nilai perjuangan, serta menjaga kesinambungan semangat nasionalisme antargenerasi.

Menghadiri Gebyar 1000 Santri

Kehadiran Berto Izaak Doko dalam acara Gebyar 1000 Santri merupakan bentuk perhatian dan dukungan terhadap dunia pendidikan keagamaan, khususnya dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, santri memiliki peran strategis dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak dapat dilepaskan dari kontribusi ulama, santri, dan seluruh elemen masyarakat yang bersama-sama membangun persatuan dan melawan penjajahan.

Generasi muda, termasuk kalangan santri, diharapkan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual, tetapi juga memahami sejarah bangsa serta menghargai pengorbanan para pendahulu.

Menelusuri Jejak Sejarah di Situs Kenari

Dalam rangkaian kunjungannya, Ketua Umum PPM-LVRI juga menyempatkan diri mengunjungi Situs Kenari, yang berada di kawasan Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Kawasan Kenari merupakan salah satu kawasan bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan Kesultanan Banten. Di kawasan ini terdapat Masjid Kenari dan kompleks makam bersejarah yang berkaitan dengan Sultan Abu’l Mafakhir Mahmud Abdul Qadir, Sultan Banten keempat.

Sultan Abu’l Mafakhir dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Kesultanan Banten. Beliau wafat pada 10 Maret 1651 dan dimakamkan di kawasan Kenari.

Masjid Kenari merupakan salah satu peninggalan sejarah Islam di Banten yang diperkirakan berkembang pada abad ke-17. Keberadaannya berkaitan dengan aktivitas keagamaan dan kehidupan masyarakat di lingkungan Kesultanan Banten.

Secara historis, kawasan Kenari juga dikenal sebagai bagian dari wilayah penyangga pusat pemerintahan Kesultanan Banten, yang memiliki fungsi penting dalam mendukung kehidupan sosial, keagamaan, pertanian, dan penyediaan sumber daya air.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan dan kebangsaan Indonesia memiliki akar panjang yang tumbuh dari berbagai pusat peradaban, kerajaan, tradisi keagamaan, serta perjuangan masyarakat di berbagai daerah.

Berto Izaak Doko memandang pelestarian situs sejarah sebagai bagian penting dari pendidikan kebangsaan. Warisan sejarah tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dipelajari, dirawat, dan diwariskan kepada generasi penerus.

Silaturahmi dengan Veteran Pejuang Kemerdekaan Berusia 94 Tahun

Agenda yang tidak kalah bermakna adalah kunjungan silaturahmi kepada seorang anggota Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia yang saat ini telah berusia 94 tahun.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penghormatan kepada sosok yang pernah mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Di balik usia yang telah lanjut, para pejuang kemerdekaan menyimpan pengalaman, kesaksian, dan nilai-nilai perjuangan yang sangat berharga bagi perjalanan bangsa.

Bagi PPM-LVRI, menghormati para pejuang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga ingatan kolektif bangsa terhadap sejarah kemerdekaan.

Semangat pengorbanan, keberanian, persatuan, dan kecintaan kepada Tanah Air yang diwariskan para pejuang harus terus hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Merawat Sejarah, Menghormati Pejuang, Membangun Masa Depan

Rangkaian kegiatan Ketua Umum PP PPM-LVRI di Serang, Banten, mencerminkan tiga dimensi penting dalam gerakan kebangsaan PPM-LVRI, yaitu membangun generasi penerus, merawat warisan sejarah, serta menghormati para pelaku perjuangan kemerdekaan.

Sebagai organisasi yang memiliki keterikatan historis dan ideologis dengan keluarga besar Legiun Veteran Republik Indonesia, PPM-LVRI memiliki tanggung jawab untuk terus menghidupkan nilai-nilai kejuangan dalam kehidupan generasi muda.

Berto Izaak Doko menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan menghargai jasa para pendahulunya.

Merawat sejarah bukan hanya mengenang masa lalu, menghormati pejuang bukan hanya memberikan penghargaan, tetapi memastikan semangat perjuangan tetap menjadi kekuatan untuk membangun masa depan Indonesia.

REDAKSI