Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI) Dorong Pelestarian JSN 1945 melalui Konten Digital Positif

Waktu Baca : 2 minutes

TANHANANEWS.COM, JAKARTA -– Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI) mendorong pelestarian Jiwa, Semangat dan Nilai- nilai Kejuangan 1945 (JSN’45) melalui produksi konten digital positif. Langkah ini dilakukan untuk memperkenalkan kembali nilai sejarah, patriotisme, dan nasionalisme kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial.

Ketua Umum PP Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI), Berto Izaak Doko, menegaskan bahwa pelestarian nilai-nilai perjuangan merupakan bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan warisan luhur para pendahulu bangsa yang harus terus ditransformasikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kita harus menjaga negara kesatuan republik ini dengan konten-konten pelestarian nilai-nilai kejuangan 45. Itu yang harus kami transformasikan kepada masyarakat, terutama pada generasi-generasi muda saat ini,” ujarnya saat diwawancarai Pro3 RRI, Kamis, 5 November 2026.

Berto menilai, penyebaran konten positif menjadi salah satu strategi untuk menangkal maraknya konten negatif di media sosial. Selain itu, konten bertema perjuangan dan kebangsaan diharapkan mampu memperkuat semangat nasionalisme, membangun karakter generasi muda, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia menekankan pentingnya menyesuaikan metode penyampaian sejarah dengan karakter dan kebiasaan generasi muda masa kini. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah menghadirkan cerita-cerita pendek yang mengangkat nilai perjuangan melalui contoh kehidupan sehari-hari.

“Dengan konten-konten positif, mungkin ada cerita-cerita pendek dalam kita mengimplementasikan pelestarian nilai kejuangan. Tidak lagi seperti dulu membuat dalam satu seminar, itu banyak kan membuat anak-anak muda itu boring, ngantuk,” katanya.

Lebih lanjut, Berto menyoroti fenomena semakin berkurangnya pemahaman sebagian generasi muda terhadap sejarah perjuangan bangsa. Bahkan, masih terdapat anak-anak muda yang belum mengenal tokoh-tokoh penting yang berperan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan nilai-nilai kebangsaan. Sejarah perjuangan tidak boleh sekadar menjadi catatan masa lalu, tetapi harus terus dipahami, dihayati, dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ini sangat berbahaya karena kita tidak boleh pernah lupakan sejarah. Dengan adanya kerja sama ini saya bersyukur. Semoga kerja sama ini bermanfaat untuk generasi-generasi kita ke depan, tentunya dalam kita menjaga negara kesatuan kita ini tetap utuh,” ucapnya.

Melalui kerja sama dengan RRI dan PT Hyppe Indonesia, Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI) berupaya memperluas jangkauan penyebaran konten bertema nasionalisme dan pelestarian sejarah perjuangan. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi momentum strategis dalam mengembangkan kreativitas digital yang berorientasi pada penguatan karakter, patriotisme, serta semangat persatuan generasi penerus bangsa.

Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI) untuk terus menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai perjuangan 1945 sebagai fondasi penting dalam mempertahankan keutuhan NKRI dan membangun masa depan Indonesia yang berkarakter, berdaulat, serta berlandaskan semangat kebangsaan.

SUMBER: RRI